Senin, 21 Mei 2012

MAHASISWA


CERPEN-MITOS
Oleh : * SUNARWAN. SULAIMAN
Hari selasa pagi ketika aku ada di kampus. Ini hari yang benar-benar menguras otakku. Aku punya teman yang menderita penyakit ayan namanya Rio. Tempat kejadian perkaranya di depan wc pegawai kampus. Awal ceritanya saat aku dan teman-teman menuju keruangan 306 untuk menjalani perkuliahan, tiba-tiba salah satu dari teman aku jatuh dan tergeletak tak berdaya. Saat itu aku berbaris paling belakang. Aku mendengar suara keras benda yang jatuh braaaakkkk. Aku bergegas  ke tempat kejadian perkara dan melihatnya. Ternyata yang jatuh adalah Rio, tetapi teman-teman aku mala kabur kaya melihat sesuatu yang menakutkan. Dan aku pun berkata kepada teman-teman.
“Mengapa kalian kabur ?.”
“Kalau kenako air liurnya jadi begituko tu.” Salah satu dari teman aku berkata kepadaku.
Aku pun ikut lari bersama teman-teman dan tiba-tiba aku berhenti di anak tangga yang pertama. Aku terdiam dan berpikir.
“Mengapa aku harus lari?.”
Padahal dalam hidup ini kita harus tolong menolong. Aku kembali ke tempat kejadian perkara yang dimana Rio tergeletak tak berdaya. Saat aku di sana aku melihat Rian. Dia salah satu teman aku yang berwajah dewasa diantara teman-teman  dan dia pekerja keras.
“Bantuka dulu Tio ambilkanki  labtopnya Rio.” Rian berkata kepadaku.
Aku pun mengambil labtopnya yang jatuh bersama dia. Tanpa aku sadari air liurnya ada di labtopnya dan aku menyentuhnya dengan jari tangan kananku. Saat itu aku tidak memikirkan menularnya penyakit itu. Yang ada dipikiranku hanyalah membantu teman. Ketika aku mau mengangkat kakinya, tiba-tiba Rian memukul pahanya dengan keras.
 “Kenapako pukul pahanya?” Aku berkata kepada Rian
 “Supaya sadarki.”
 Dan aku melihat Rio mulai sadar dari penyakit ayannya.
“Syukur alhamdulillah Rio sudah sadar.” Aku berkata dalam hati.
Dan setelah itu aku menuju ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan kemudian kami pun melanjutkan perkuliahan.
Ketika sedang berlangsungnya perkuliahaan. Aku duduk terdiam dan memikirkan sesuatu sedangkan teman-temanku mendengarkan materi dari dosen. Kata air liur itu terus bolak balik dipikiranku. Aku pergi menhampiri Rian.
“Rian saya sentuh tadi air liurnya Rio. Nda apa-apaji itukah?.” Aku berbisik kepada Rian.
“Jangan ko ribut menjelaskan dosen di atas.” Jawab Rian dengan wajah kusut.
Karena jawabannya Rian tidak sesuai dengan pikiranku. Aku pun memaksanya dengan menarik bajunya.
“Cepatko kasih tau kah penting sekali ini.” Kata Tio
Rian pun terdiam seakan-akan tidak mendengarkan ucapanku. Aku duduk dan memikirkannya sampai waktu mata kuliah habis. Disaat mata kuliah habis aku bertanya lagi.
“Rian siniko dulu”
 “Apa...? Kamu yang kesini.” Jawab Rian. Akupun kesana.
“Kenapoko lagi Tio?.” Kata Rian kepadaku.
“Saya sentuh tadi air liurnya Rio.”
“Ai...menular itu”
“Tapi sudah ji kucuci.” Aku pun berkata dengan wajah yang takut.
“Ooo kalau sudah kau cuci nda papa ji.”
Aku puas dengan jawabannya Rian, tetapi masih ada keraguan di hati ini. Mata kuliah sudah selesai dan kami pun pulang kerumah masing-masing. Aku tinggal di perumahan dekat kampus.
Ketika aku berada di dalam rumah. Aku bergegas memasak karena lapar. Aku merebus mie dan kemudian memakannya dengan lahap. Setelah itu aku mengambil labtop dan bermain game bola. Ketika aku sedang asik bermain game sebuah kata penyakit ayan lewat di pikiranku. Aku berhenti sejenak dan berpikir.
 “Makan ka tadi.” Bicara dalam hati.
Aku merasa takut apabila terjadi apa-apa dengan tubuhku, tetapi aku menghiraukanya. Aku lanjut  bermain game. Saat merasa bosan bermain. Aku berhenti dan pergi berbaring sejenak di kasur yang keras. Ketika aku sedang berbaring kata penyakit ayan terlintas di otak ku. aku merasa takut dan gelisah. Aku menarik nafas sambil menutup mata. Tidak lama kemudian aku berpikir ada Tanteku kerja di rumah sakit dan siapa tau dia mengetahui penyakit ini. Aku pun pergi kesana.
Aku mempunyai Tante yang tinggal di jalan belimbing. Dia mempunyai anak dua dan seorang suami. Aku pergi dengan harapan bisa menemukan jawaban atas ketakutanku ini. Aku pergi dengan motor miliku. Ketika aku sampai di tempat rumahnya tante. Aku bertemu dengan anaknya tanteku dan aku bertanya kepada anak itu.
“Dimana ibumu?”
“Tidak ada ibuku, belum pulang pi dari rumah sakit.”
“Bapakmu?”
“Belum pi juga, kenapako cari?”
“Nda ji, siapa di dalam?”
“Nda ada.” Dengan mengangkat kedua tangannya.
“Mau ko kemana itu?”
“Biasa anak muda pergi rumahnya teman.”
“Dimana rumahnya temanmu?”
“Di sebelah.” Dia bicara sambil lari menuju kerumah tetangganya tanteku.
Aku pun masuk kerumah. Sambil menunggu tanteku pulang aku menonton televisi. Tidak lama kemudian tanteku datang. Dia langsung menuju ke kamarnya sambil tersenyum kepadaku. Aku ingin bertanya kepadanya, tetapi dia langsung masuk ke kamarnya. Aku pun menunggu.Akhirnya tanteku muncul di balik pintu kamarnya dan aku langsung bertanya kepadanya.
“Tante, itu penyakit ayan menularka?.”
“Iya... kalau kau sentuh air liurnya,  ada ka temanmu kena penyakit ayan?.” Jawab Tanteku.
“Ada, tapi kalau di cuci ji tidak apa-apa ji to.” Aku pun membalas seakan-akan takut.
“Nda papa ji, tapi kalau ada temanmu kena begituan jangan kasih kena air.”
“Kenapa kalau kena air?.” Aku membalas dengan wajah penasaran.
“Kalau kena air meninggal itu.” Sambil menuju ke dapur.
“Aku berpikir itu Cuma mitos. Mungkin kalau temanku ini mandi di kolam renang, tiba-tiba penyakitnya muncul. Ketika tidak ada orang yang melihatnya  manassami meninggal.” “Apakah mungkin aku terinveksi oleh penyakitnya temanku?. Seandainya aku terinveksi oleh penyakitnya temanku. Apakah sahabat aku masih mau berteman denganku?.” Dalam hati
Tanteku melihat aku sedang kebingunan tentang penyakit ayan.
“Kalau masih bingungko dengan penyakit ayan. Kamu bisa bertanya kepada Google. Semua yang kamu tanya pasti terjawab oleh Google.” Kata Tante kepadaku.
“Wah..kenapa tidak terpikirkan.” Dengan wajah senang.
Google bisa menjawab semua pertanyaanku. Kemudian aku bangun dan mencari handpone. Aku memencet-mencet dan membuka Opera Mini. Dan kemudian aku menuliskan kata Apakah menular penyakit ayan?. Aku tidak sabar menunggunya, tetapi singal lemah. Aku menungguh dan menungguh hingga akhirnya terbuka. Dan ternyata semua perkataan orang itu semuanya bohong. Itu hanya perkataan orang yang tidak mau menolong sesamanya.
Bahwa penyakit ayan itu hanya penyakit syaraf. Semua orang bisa kena apabila kecelakaan menghampirinya hingga terbentur kepalanya dan akhirnya ada salah satu syarafnya putus. Bukan hanya kecelekaan,  bisa saja terlalu banyak berpikir hingga otaknya tidak mampu dan akhirnya ada syarafnya putus. Jadi semuanya itu bohong. Akhirnya kegelisahanku bisa terjawab oleh google dan aku merasa senang.
*Anggota FLP SULSEL.

1 komentar:

  1. Casino City - Mapyro
    The Casino City Hotel is 광양 출장안마 the ideal spot 세종특별자치 출장샵 for entertainment and leisure activity. Located on the waterfront in Chinatown, the casino offers the perfect Address: 광주 출장안마 777 Casino Center 고양 출장샵 Dr, Las Vegas, NV 89169Phone: (702) 하남 출장마사지 770-7133

    BalasHapus